Rabu, 08 Mei 2013

PENILAIAN PORTOFOLIO


PENILAIAN PORTOFOLIO

Pengertian Portofolio

Portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang siswa, sebagai hasil pelaksanaan
tugas kinerja, yang ditentukan oleh guru atau oleh siswa bersama guru, sebagai bagian
dari uasaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam
kurikulum.

Pengertian Penilaian Portofolio

Penilaian portofolio merupakan satu metode penilaian berkesinambungan, dengan
mengumpulkan informasi atau data secara sistematik atas hasil pekerjaan seseorang
(Pomham, 1984)..

Portofolio sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang ditentukan oleh guru atau oleh
siswa bersama guru, sebagai bagian dari usaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai
kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum. Portofolio dalam arti ini, dapat digunakan
sebagai instrument penilaian atau salah satu komponen dari instrument penilaian, untuk
menilai kompetensi siswa, atau menilai hasil belajar siswa. Portofolio demikian disebut juga
portofolio untuk penilaian atau asesmen portofolio.

Aspek yang diukur dalam asesmen portofolio adalah tiga ranah perkembangan
psikologi anak yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik.

1. Prilaku kognitif
Berdasarkan taksonomi kognitive Bloom, terdapat enam tingkatan kognitif
berfikir:



Pengetahuan (knowledge) : kemampuan mengingat (misal mengingat rumus)



Pemahaman (comprehension) : kemampuan memahami (menyimpulkan suatu
paragraph)



Aplikasi (application) : kemampuan penerapan (misalnya menggunakan
informasi atau pengetahuan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah).



Analisis (analysis) : kemampuan menganalisis suatu informasi yang luas
menjadi bagian-bagian kecil (misalnya menganalisis bentuk, jenis atau arti)



Sintesis (synthesis) : kemampuan menggabungkan beberapa informasi menjadi
kesimpulan (misalnya memformulasikan hasil penelitian).



Evaluasi (evaluation) : kemampuan mempertimbangkan mana yang baik untuk
mengambil tindakan tertentu.

2. Prilaku afektif
Mencakup penilaian perasaan, tingkah laku, minat, kesukaan, emosi dan
motivasi.
3. Prilaku psikomotorik
Mencakup penilaian keahlian. Penilaian psikomotorik adalah penilaian
pembelajaran yang banyak menggunakan praktek seperti agama, kesenian,
olahraga, sains dan bahasa, sementara itu untuk mata pelajaran yang tidak
terdapat kegiatan praktek, tidak terdapat penilaian psikomotoriknya. Bentuk
instrument dan jenis tagihan yang digunakan untuk assesmen portofolio adalah

tes tertulis (obyektif dan non-obyektif), tes lisan (wawancara), tes perbuatan
(lembar pengamatan), non-tes (angket, kuisioner), dan hasil karya (daftar cek,
produk dan laporan.

Tujuan dan Fungsi Penilaian Portofolio

Sumarna Surapranata dan muhammad Hatta (2004 : 76) mengemukakan penilaian
portofolio dapat digunakan untuk mecapai beberapa tujuan, yaitu :

1. Menghargai perkembangan yang dialami peserta didik.

2. Mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung.

3. Memberi perhatian pada prestasi kerja peserta didik yang berprestasi.

4. Merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan eksperimentasi.

5. Meningkatkan efektifitas proses pengajaran.

6. Bertukar informasi dengan orang tua peserta didik dan guru lain.

7. Membina dan merpercepat pertumbuhan konsep diri positif pada peserta didik.

8. Meningkatkan kemampuan melakukan refleksi diri.

9. Membantu peserta didik dalam merumuskan tujuan.

Adapun fungsi penilaian portofolio adalah sebagai berikut :

1. Portofolio sebagai sumber informasi bagi guru dan orang tua untuk mengetahui
pertumbuhan dan perkembangan kemampuan peserta didik, tanggung jawab dalam
belajar, perluasan dimensi belajar, dan pembaruan proses pembelajaran.

2. Portofolio sebagai alat pengajaran merupakan komponen kurikulum, karena
portofolio mengharuskan peserta didik untuk mengkoleksi dan menunjukan hasil
kerja mereka.

3. Portofolio sebagai alat penilaian otentik (authentic assessment).

4. Portofolio sebagai sumber informasi bagi peserta didik untuk melakukan self-
assessment.

Prinsip-Prinsip Penilaian Portofolio

Dalam penilaian portofolio harus terjadi interaksi multi arah, yaitu dari guru ke siswa,
dari siswa ke guru, dan dari siswa ke siswa. Direktorat PLP Ditjen Dikdasmen Depdiknas
(2003 : 124) mengemukakan pelaksanaan penilaian protofolio hendaknya memperhaikan
prinsip-prinsip sebagai berikut :

1. Mutual trust (saling mempercayai), artinya jangan ada saling mencurigai antara guru
dengan siswa maupun siswa dengan siswa.

2. Confidentiality (kerahasiaan bersama), artinya semua hasil pekerjaan peserta didik
dan dokumen yang ada, harus dijaga kerahasiaannya.

3. Joint ownership (milik bersama), artinya semua hasil pekerjaan peserta didik dan
dokumen yang ada harus menjadi milik bersama antara guru dan peserta didik.

4. Satisfaction (kepuasan), artinya semua dokumen dalam rangka pencapaian standar
kompetensi, kompetensi dasar dan indikator harus dapat memuaskan semua pihak,
baik guru maupun peserta didik. Relevance (kesesuaian), artinya dokumen yang ada
harus sesuai dengan kompetensi yang diharapkan.

Jenis Penilaian Portofolio

Apabila dilihat dari jumlah peserta didik, maka penilaian portofolio dapat dibagi menjadi
dua jenis, yaitu portofolio perorangan dan portofolio kelompok. Menurut Cole, Ryan, and
Kick (1995) portofolio dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

1. Portofolio proses, yaitu jenis portofolio yang menunjukan tahapan belajar dan
menyajikan catatan perkembangan peserta didik dari waktu ke waktu. Portofolio
proses menunjukan kegiatan pembelajaran untuk mecapai standar kompetensi,
kompetensi dasar, dan sekumpulan indikator yang dituntut oleh kurikulum, serta
menunjukan semua hasil dari awal sampai akhir dalam kurun waktu tertentu.

2. Protofolio produk, yaitu jenis penilaian portofolio yang hanya menekankan pada
penguasaan (materi) dari tugas yang dituntut dalam standar kompetensi, kompetensi
dasar, dan sekumpulan indikator pencapaian hasil belajar, serta hanya menunjukan
evidence yang paling baik, tanpa memperhatikan bagaimana dan kapan evidence
tersebut diperoleh. Contoh portofolio produk adalah portofolio tampilan dan
portofolio dokumentasi.

Tahap-Tahap Penilaian Portofolio

Menurut Anthoni J. Nitko (1996 : 281), ada enam tahap untuk menggunakan sebuah
sistem portofolio (six step for crafting s portofolio system), yaitu :

1. Mengidentifikasi tujuan dan fokus portofolio.

2. Mengidentifikasi isi materi umum yang akan dinilai.

3. Mengidentifikasi pengorganisasian portofolio.

4. Menggunakan portofolio dalam praktik.

5. Evaluasi pelaksanaan portofolio.

6. Evaluasi portofolio secara umum.

Bahan-bahan Penilaian Portofolio

Hal-hal yang dapat dijadikan bahan penilaian portofolio disekolah diantaranya sebagai
berikut :

1. Penghargaan tertulis

2. Penghargaan lisan

3. Hasil pelaksanaan tugas-tugas oleh peserta didik

4. Daftar ringkasan hasil pekerjaan

5. Catatan sebagai peserta dalam suatu kerja kelompok

6. Contoh hasil pekerjaan

7. Catatan/laporan dari pihak lain yang relevan

8. Bukti kehadiran

9. Hasil ujian/ulangan

10. Prestasi dari tugas-tugas yang selesai dikerjakan

11. Catatan-catatan kejadian khusus(catatan anekdot)

12. Bahan-bahan lain yang relevan.

Portofolio siswa untuk penilaian atau assesmen portofolio merupakan kumpulan
produksi siswa, yang berisi berbagai jenis karya seorang siswa, misalnya:

1. Hasil proyek, penyelidikan, atau praktik siswa yang disajikan secara tertulis atau
dengan penjelasan tertulis.

2. Gambar atau laporan hasil pengamatan siswa, dalam rangka melaksanakan tugas
untuk mata pelajaran yang bersangkutan.

3.Analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan mata pelajaran yang
bersangkutan.

4. Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah dalam mata pelajaran yang
bersangkutan.

5. Laporan hasil penyelidikan tentang hubungan antara konsep-konsep dalam mata
pelajaran atau antar mata pelajaran.

6. Penyelesaian soal-soal terbuka.

7. Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas, misalnya dengan cara yang berbeda dengan
cara yang diajarkan di sekolah, atau dengan cara yang berbeda dari cara pilihan
teman-teman sekelasnya.

8. Laporan kerja kelompok.

9. Hasil kerja siswa yang diperoleh dengan menggunakan alat rekam vidio, alat rekam
audio dan computer.

10. Fotokopi surat piagam atau tanda penghargaan yang pernah diterima oleh siswa yang
bersangkutan.

11. Hasil karya dalam mata pelajaran yang bersangkutan, yang tidak ditugaskan oleh guru
(atas pilihan siswa sendiri, tetapi relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan).

12. Cerita tentang kesenangan atau ketidaksenangan siswa terhadap mata pelajaran yang
bersangkutan.

13. Cerita tentang usaha siswa sendiri dalam mengatasi hambatan psikologis, atau usaha
peningkatan diri, dalam mempelajari mata pelajaran yang bersangkutan.

14. Laporan tentang sikap siswa terhadap pelajaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar